Praktek Kerja Industri

PENDAHULUAN

Praktek kerja industri (prakerin) adalah salah satu program out sourcing yang dikembangkan pada sekolah kejuruan untuk mendapatkan link and match antara pihak Dunia Usaha/Dunia Industri (Du/Di) dengan pihak Sekolah.
Istilah link and match pertama kali di gunakan pada sistim sekolah kejuruan di jerman, dimana siswa belajar dalam satu minggu pelaksanaannya 1 (satu) hari disekolah 4 (empat) hari di Du/Di,
Di Indonesia juga dilaksanakan hal yang mirip dengan sistim di jerman tersebut yaitu dikenal dengan nama PSG (Pendidikan Sistim Ganda) yaitu pendidikan yang dilaksanakan di Du/Di dan Sekolah. Pendidikan yang dilaksanakan di Du/Di ini adalah Praktek kerja Industri (Prakerin), karena kondisi dan situasi yang berbeda pelaksanaan pendidikan di Du/Di (Prakerin) dilaksanakan selama minimal 3 (tiga) bulan. Untuk SMK Tamansiswa Banjarnegara dilaksanakan 4 bulan.

PENGERTIAN PRAKERIN
Prakerin pada prinsipnya sama dengan PKL, namun ada beberapa hal yang berbeda diantaranya:
Prakerin adalah proses belajar siswa di Du/Di sehingga dapat dilaksanakan di kelas berapa saja, prakerin juga bertujuan untuk menciptakan siswa menjadi ahli dalam satu atau beberapa kompetensi sehingga siswa dapat ditempatkan pada satu atau beberapa bagian di Du/Di (sesuai dengan situasi dan kondisi Du/Di) selama pelaksanaan prakerin.

Pada proses prakerin siswa disamakan dengan karyawan yang lain (dari sisi kinerja) sehingga siswa diharapkan dapat menyerap budaya kerja yang diterapkan pada Du/Di.

Bentuk laporan prakerin siswa berupa jurnal yang isinya berupa kegiatan siswa selama prakerin. Nilai
prakerin adalah nilai yang dihasilkan siswa selama prakerin yang menyakut asfek Pengetahuan, sikap dan Keterampilan (Kompetensi).

Uji Kompetensi siswa dapat dilaksanakan selama siswa melaksanakan prakerin dengan mengambil waktu dan kompetensi tertentu yang menjadi keunggulan pada proses tersebut.

TUJUAN PRAKERIN
Meningkatkan kemampuan siswa pada bidang Knowledge, Attitude, dan Skill, sesuai dengan tuntutan Du/Di.
Sebagai Input untuk perbaikan kurikulum SMK yang selalu mengadopsi pada kebutuhan pasar.
Menjadikan titik kesesuaian Kompetensi antara SMK dengan Dunia Usaha/ Industri,
Menyiapkan tenaga yang siap pakai.
Menjalin kerjasama antara SMK Tamansiswa Banjarnegara dengan Dunia Usaha/Industri.

LANDASAN
Pelaksanaan prakerin menjadi salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan di luar SMK yang menggunakan landasan :
UUSPN No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
PP No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah Kejuruan.
PP No. 39 Tahun 1992 tentang Peranan Masyarakat dalam Pendidikan Nasional.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1 Tahun 1993 tentang Kurikulum SMK.

HARAPAN SISWA
Menambah dan Meningkatkan kompetensi
Dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja sehingga menambah wawasan dalam etika dan etos kerja
Mendapatkan nilai prakerin dan nilai Uji Kompetensi yang memuaskan sesuai dengan harapan
Setelah lulus sekolah dapat diterima bekerja pada Du/Di yang sesuai dengan kompetensi yang di dapat, atau di tempat prakerin.

KEUNTUNGAN BAGI DUNIA USAHA/INDUSTRI
Mendapatkan tenaga kerja murah bahkan gratis.
Mempunyai asset untuk SDM untuk kebutuhan di Dunia Usaha/Industri
Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pelatihan karyawan baru.
Adanya jalinan kerjasama yang saling mendukung Program-program yang menguntungkan kedua belah pihak.